03 April 2013

Tempe Kejujuran

5 komentar


Pagi tadi (3/4/13) selepas mengantar istri tercinta seperti biasa saya berolahraga turing kecil2an sejauh 20-an kilometer kelilingan Kota Banda Aceh.

Kali ini Gampong Peunayong saya lewati sembari mencari makanan paporit saya, yakni tempe. Peunayong bukanlah tempat yang terlalu istimewa skali, cuman di tempat yang sudah kondang dengan sebutan pecinan-nya Aceh ini terdapat pasar yang lumayan komplit kalo-kalo temen-temen semua hobi blanja sayuran atau bahan2 makanan yang segar.

Kembali ke masalah tempe...

Setelah melewati macetnya simpang Surabaya, motor saya belokkan ke arah kiri menuju Pasar Peunayong. Seperti sudah ada sinyal untuk berhenti, motor saya tiba-tiba berbelok merapat ke sebuah mobil colt bak terbuka yang diatasnya duduk seorang lelaki menunggui tempe dagangannya. Dan pastinya motor saya ini merapat ke penjual tempe atas perintah saya selaku pengemudi... mosok iya sih motor saya pengen tempe qiqiqi

"bang tempe 2 ribu yang kecil..."  teriak saya ke penjual tempe itu.

"bang ambil yang besar aja yaaa", balas penjual tempe itu.

"yang kecil kedelainya kurang bersih hari ini bang", sambungnya lagi.

"ok deh bang... yang penting tempe", balas saya sambil tersenyum.

Tempe sudah didapat, trus gas lagi dah motor ke arah rumah yang hanya berjarak 2 km dari Pasar Peunayong.

Sembari memutar gas pelan, saya kepikiran dengan ucapan penjual tempe tadi. Masih ada hari ini eaaa penjual yang jujur, ngasih tau barang jualannya kurang bagus. Salut saya sama abang yg jual tempe tadi, terlepas karena saya lengganannya atau bukan.

Cerita tempe hari ini bagi saya sedikit menyadarkan bahwa kejujuran itu lebih utama dibandingkan hal lain. Terlebih bagi para pedagang yang setiap waktu bisa saja tergoda untuk berbohong pada pembelinya.

Sembari nulis blog yang lebih staun enggak diisi ini, saya berdoa semoga abang yang jual tempe tadi laris manis dagangannya sepanjang hari, sepanjang minggu, dan selamanya.


09 April 2012

Saatnya Pilkadal Aceh

9 komentar



Hari senin (9/4) yang agak mendung ini saya yakin merupakan hari yg ditunggu-tunggu warga Aceh. Bijimana ndak ditunggu2...wong biasa hari senin itu dari pagi hingga sore orang2 kantoran sibuk maenin solitair tiba2 libur. Asiiiik.


Eh tapi libur hari ini bukan libur sembarang libur. Tapi libur karna pilkadal aliyas pemilihan kepala daerah langsung heuheee...


Tak ketinggalan sama tetangga2 yang lagi sibuk mondar-mandir ke tepees, saya pun juga ndak mau kalah. Bersama istri tercinta, saya pun naek honda plat merah punyak kakak ipar saya menuju tps 3 yang berada di sudut lapangan bola.


Setelah honda sampe deket pintu masuk tps, saya kunci itu honda kuat-kuat dari kunci kontak hingga kunci cakram dengan gembok anti gergaji yang slalu nempel di honda plat merah itu.


Surat undangan saya serahkan ke pak hansip yang berjaga. “slamat pagi pak, silahkan tunggu di kursi“, begitulah pak hansip menyambut saya dan istri dengan santunnya.


Selang beberapa menit nama saya pun dipanggil dan saya pun segara merapat ke petugas tps untuk mengambil dua surat suara dan masuk bilik suara yang terbuat dari triplex dan ditutup kelambu warna merah menyala layaknya kamar pengantin qiqiqi...


Begitu masuk ruang sempit ukuran 1x1 meter persegi tersebut saya buka lembaran demi lembaran surat suara. Dan dengan bismillah, setelah beberapa menit menerawang wajah2 calon pemimpin Aceh tiba saatnya paku besi bermata tajam itu saya hunjamkan ke gambar wajah pilihan saya sembari berdoa...“jadilah yg terbaik“.


Detik2 mendebarkan telah usai. Dan seperti biasa sebelum mengakhiri prosesi tak lupa jepretan kamera hp jadul saya beraksi. Jepret..jepret.. heheheu... keren2


Selesei sudah coblos mencoblos hari ini. Dua surat suara cepat2 saya masukkan ke kotak suara sebelum terbang ditiup angin lapangan bola.


Lagi-lagi sebelum meninggalkan arena lapangan yang berisi sekitar 10 tps, kamera hape saya kluarkan lagi dari kantong. Jepret...jepret...


Dan selamat nyoblos...blos..blos...


Published with Blogger-droid v2.0.4

07 November 2011

Lebaran: Harinya Linto Baro ^___^

0 komentar
Lebaran Idul Adha baru saja kelar. Kemeriahannya pun sampe sekarang masih terasa. Gimana enggak hari kedua pasca solat ied di beberapa gampong masih ada aja yang nyembelih hewan qurban. Sampe-sampe kantor yang sesuai petunjuk kalender menyebutkan hari senin (7/11) ini masuk kerja eeee berkat hati baik bapak gubernur trus langsung diliburkan selama dua hari :D

Lebaran qurban atau yang biasa disebut juga lebaran haji punya banyak cerita menarik buat siapa saja. Dari yang anak-anak sampe yang sudah tuik-tuik *tuo masute*.

Anak-anak di kota Banda Aceh mungkin yang paling senang selama lebaran qurban ini. Emak-emaknya juga bapak-bapaknya pada beliin baju baru layaknya lebaran idul fitri.

Lain lagi cerita lebaran kali ini buat saya. Gimana ga lain bapak-bapak ibu-ibu... Kalo taun lalu lebaran saya cuma seorang diri kalo taun ini laen dong ehehehe ^___^

Sekarang dah ada yang nemenin saya buat berlebaran *umuk.com :p*

Tahun pertama pergantian setatus saya ini juga membawa berkah tersendiri pada lebaran kali ini. Sebagai warga Aceh lainnya saya yang pada tahun ini bersetatus sebagai "linto baro" merasakan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Layaknya lebaran idul adha pada umumnya, saya pun merayakannya dengan melakukan kunjungan-kunjungan ke rumah keluarga-keluarga. Dari Yahwa, makwa, yahcek, makcek dan yang lainnya.

Saat-saat yang mendebarkan pun tiba... di setiap akhir kunjungan saya ke rumah sodara-sodara tersebut, saya jadi merasa ada yang lain *uhuk..uhuk..uhuk...*. Gimana enggak lain rasanya, lah masak saya sudah gede begini ternyata dapet salam tempel bapak-bapak ibu-ibu..... *padahal seneng*.

Usut punya usut...telisik punya telisik... ternyata tradisi di Aceh emang begituh. Sodara-sodara bakal ngasih angpao alias salam tempel buat sodaranya yang baru nikah khusunya buat pengantin lakinya atao bahasa kerennya linto baro.

Adat emang unik bapak-bapak ibu-ibu.... saat ini pun saya masih belum tahu filosofinya apa tuh ya dapet angpao. Laen waktu dah saya telisik lagi yak.

Salam tempel ^____^


11 Oktober 2011

Kisah Sariawan

1 komentar

Sudah dua hari ini saya begitu tersiksa saodara-saodara... Bagaimana tidak tersiksa ketika saya sedang asik-asiknya makan, mulut ini terasa perih menyayat *lebai dikit*. Perih ini datangnya dari lidah saya yang sedang terkena sariawan saodara-saodara.

Konon kabarnya sariawan menurut berita, sariwan ini bukanlah penyakit yang serius dan mengancam jiwa, tapi kondisi ini sangatlah mengganggu dan menjengkel karena menyulitkan untuk makan dan berbicara.

Sariawan atau yang di dunia medis dikenal dengan sebutan stomatitis adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi di lapisan mukosa mulut. Hal ini bisa disebabkan dari beberapa faktor, seperti stres, luka di mulut, alergi makanan, siklus haid, terlalu banyak minum antibiotik atau asam.

Kalo dari penjelasan sumber berita diatas amat sangat tidak mungkin sariawan saya ini disebabkan oleh alergi makanan karena eh karena saya ini pemakan segala & tidak ada riwayat alergi. Apalagi disebabkan siklus haid, ini juga amat sangat-sangat tidak mungkin menjadi penyebab sariawan saya.

Kembali ke sariawan...

Kalo ngomong-ngomong soal sariawan ini, saya jadi ngerasa sariawan ini ada hubungannya dengan kondisi kehidupan yang banyak orang bilang sedang karut marut *opo iki mangsute gunk??? # mbuh yo mas...aku yo ra ruh*

Menurut penerawangan saya... sariawan itu ibarat gulma dalam hidup. Sesuatu yang enak tiba-tiba menjadi ga ada enaknya sama sekali yang ada malah rasa senat-senut *semesh kali*. Seperti juga dalam kehidupan, pasti ada "sariawan-sariawan" yang selalu merecoki. Ada aja ketika sistem yang sudah terbangun dengan baik, muncul orang-orang yang merasa kepentingan-kepentingannya terganggu dan orang-orang seperti inilah yang menjadi sariawan. Mbikin sistem yang tadinya jalan sesuai rel-nya menjadi sedikit meradang.

Jadi intinya mari kita hilangkan sakit sariawan di mulut ini dan kita habiskan "sariawan-sariawan" beserta kroni-kroninya yang mbikin sakit "negeri" ini dengan jus jeruk yang mengandung vitamin C. Pastinya seger, adem dan bebas sariawan.

Oalah nek lagi loro sariawan ki nek nulis waton njeplak.... *tur bener to???*

#poto diatas memperlihatkan: tanpa sariawan semua makanan cepet amblas :p #

22 Juli 2011

Jenis-Jenis Pemimpin Koruptor

1 komentar

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan sodara-sodara yang saya muliakan...

Pertama-tama perkenankan saya mengucapkan selamat datang kepada diri saya sendiri yang telah hadir ke blog saya sendiri juga, yang setelah sekian bulan tidak saya kunjungi.... qiqiqi

Yang kedua, saya mengucapkan turut prihatin yang sedalem-dalemnya dengan kondisi negeri yang paling saya cintai ini *nyela: ngemeng2 negeri saya ini mencintai saya ga ya????* yang semakin hari semakin tak kunjung membaik kondisi kesehatannya.

Tak kunjung membaik gimana sih masotnya??? jangan pake basa-basa basi gitu donk goenk :p

Gini loh masut saya... Kalo bapak-bapak ibu-ibu sodara-sodara mencermati, melihat dan mendengar tipi ataupun radio. Nah apa yang bapak, ibu, sodara dapatkan???

Kayaknya cuma kotak-kotak dari plastik dan isinya rangkaian listrik tuh mas goenk..

Bukan itu bapak, ibu, sodara semua... yang di tivi dan radio itu kan menceritakan semakin merajalelanya koruptor di negeri tercinta ini sodara-sodara semua. Nah... itu dia pokok masalah yang lagi hot-hotnya dibahas di negeri ini.

Berkaitan dengan judul di atas, maka pada bahasan kali ini sodara-sodara semua, saya ingin mencoba membagi-bagi kategorisasi koruptor khususnya pada pemimpin-pemimpin baik di lokasi dan suasana manapun. Kenapa pemimpin???? nah kenapa pemimpin.... mau tau jawabannya??? mau tau jawabannya??? mari kita saksikan setelah yang lewat ini.... jama'aaaaah.... *nglindur*

Sori bapak, ibu, sodara smua... harap maklum lagi kena virus ustad M Nur qiqiqiqi :p

Kenapa pemimpin???? yah karena pemimpin itu dekat dengan kuasa. Dari kuasa yang dimilikinya itulah godaan-godaan dunia menghantui. Kalo lah ga ada kekuasaan mana bisa sih kita-kita ini ambil untung apalagi sabet kiri sabet kanan akakakak.

Nah yang pertama, jenis pemimpin korup "buta mata". Koruptor yang kayak beginian neh kalo liat ada celah buat korupsi dimanapun tempat dan waktu juga tak pandang bulu langsung beraksi.

Yang kedua, jenis pemimpin korup "rabun senja". Koruptor yang ini neh masih malu-malu mau buat ngelakuinnya. Doi bakalan liat-liat sikon dulu kapan waktu yang tepat buat melancarkan aksi.

Yang ketiga, jenis pemimpin korup "buta hati". Koruptor jenis ini sodara-sodara dia ga bakal bagi-bagi hasil korupannya buat sodara-sodara semua wakakakak

Yang keempat, jenis pemimpin korup "rabun pendengaran aliyas tuli". Koruptor yang ini bapak, ibu, semua merupakan jenis yang bandel. Sudah dikasih tau temennya kalo korupsi itu tidak baik eeeeeh masih ngeyel juga. Enggak mau dengerin gitu.

Yang kelima, jenis pemimpin korup "baik hati". Jenis ini neh yang banyak fansnya wakakakak habis hobinya bagi-bagi duit sih sapa yang nolak :p

Yang keenam, jenis pemimpin korup "tukang telikung". Nah dari berbagai jenis pemimpin korup jenis yang keenam ini bapak-bapak, ibu-ibu, sodara-sodara yang harus waspadai. Pokoknya ini jenis koruptor paling ganas sejagad raya ini. Jenis koruptor yang atu ini biasa bermuka tembok sodara-sodara. Gimana enggak bermuka tembok, nah si doi satu ini bisa nekad mengorbankan persaudaraan, pertemanan demi keuntungannnya sendiri. Istilah kerennya "sambil menyelam minum air", yang artinya "sambil ngorup ya skalian bunuh temen". Lumayan kan ngilangin rival ahahaha. Doi yang korup, dibilangnya pula orang lain yang ngorup. Kalo dalam pepatah dari negeri seberang itu "lembar batu sembunyi tangan".

Itu tadi sodara-sodara semua jenis pemimpin korup yang sering kita temui. Yang terpenting jangan deket-deket deh kalo nemu yang jenis keenam itu.

Gawat...gawat... kayak iklan aja "temen ko makan temen".

Demikian jamaah.... loh ko jamaah??? lagi ngaji apa kita ini??? qiqiqi

*poto diunduh dari www.theframeworkshop.com

18 Februari 2011

Slalu Ada Hikmah Dalam Kesempitan

4 komentar

Hari Kamis kemaren (17/2) emosi saya begitu menggelora begitu bangun tidur melihat sebuah kenyataan yang setidaknya tidak patut terjadi di sebuah negeri indah dan permai ini. Adalah mati aer sodara-sodara yang membuat emosi saya sedikit memuncak. Loh... memuncak ko sedikit *orang yang aneh*.

Yah seperti biasa PDAM yang kepanjangan dari Perusahaan Daerah Air Mampet ops... salah Air Minum ini lagi-lagi mengalami disfungsi ngalir *jangan macem-macem neh kalo baca tentang disfungsi kok trus ngarahnya ke yang ehm..ehm..*. Atau kalo sodara-sodara gogling trus masukin kata "disfungsi" pasti yang kluar paling atas adalah...... (coba sendiri aja ya sodara-sodara :p)

Kembali ke permasalahan aer mampet ini. Kebetulan sekali hari kemaren itu saya sudah berencana mo nyuci baju saya yang sudah bertumpuk tak karuan. Alhasil dalam mimpi pun rencana nyuci sudah tercetak dalam memori saya ini. Mak deg... *boso indonesiane opo iki???* tiba-tiba begitu kran air dibuka tak ada tetesan air yang mengalir.

Memerahlah muka saya *kartun banget*...
Jiwa nasionalisme saya langsung membuncah, "Ini tak dapat dibiarkan sodara-sodara.... ganyang malaisia". Weee ladalah edan-e kumat.

Pokoke inti cerita pagi itu saya enggak jadi nyuci. titik!

Dengan hati tegar pun saya akui, "mungkin belom berjodoh saya dengan cuci mencuci di pagi hari ini". Yang bisa saya lakukan pun hanya membesarkan hati saya sendiri. Mungkin kalolah saya belom berjodoh di pagi hari ini, sore nanti pastilah ada kesempatan kedua... ;)
*lebai*

Sore pun tiba...

Lagi-lagi sodara-sodara... kesempatan yang kedua ini pun saya belom dikasih izin oleh Tuhan untuk berjodoh kembali dengan cucian saya.

Dengan berbesar hati *lagi* saya pun memutuskan untuk mengakhiri kedongkolan hati saya dengan mencucinya secara manual. Basa kerennya ucek-ucek...

Detik berganti detik, menit berganti menit akhirnya selesei sudah cucian saya itu. "indah pada masanya" akakakaka mungkin itu kira-kira kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan suasana hati saya... eh masut saya suasana hari itu dengan cucian yg bertumpuk.

Malemnya saya pun kembali teringat dengan kejadian dari pagi hingga sore itu. Ada apa ini??? Saya pun menerka-nerka, mungkin ada masut laen dibalik semua kejadian-kejadian sehari itu. Memori dari pagi kembali saya gelar. Dimulai dari bangun tidur hingga malam itu.

Oh... Tuhan memang maha bijak, maha segalanya. Saya teringat pergelangan tangan saya yang cedera beberapa waktu lalu sampe sekarang masih terasa ngilu alias cenut-cenut. Mungkin dengan mencuci secara manual, tangan kanan saya itu mendapat reaksi-reaksi yang menyegarkan dari gerakan-gerakan ngucek, mbilas hingga meres.

Terhapus sudah buruk sangka saya pada PDAM Aceh Besar yang biasa ngalirin aer ke rumah.

Skali lagi, saya pun kembali ingatkan kepada sodara-sodara bahwasannnya dibalik setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Coba kita baca kembali ayat-ayat dalam Qur'an, "Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi(pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui..."

Nah... Begitulah kira-kira cerita saya hari kemaren. Hikmah yang dapat kita ambil adalah berbaik sangkalah dengan etiap kejadian-kejadian.

*ngustad mode: on*

10 Januari 2011

Nyamuknya Tewas

0 komentar

Hari Minggu kemaren (9/1) pagi-pagi bener saya sudah nyetrika baju-baju saya. Biasa lah hobi nyetrika masih menggebu-gebu di dada saya.

Satu baju selesei... dua baju selesei.... dan seterusnya.

Nah pas lagi asik-asiknya nyetrika celana seragam kerja saya yang warna coklat muda. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh hal yang sangat jarang terjadi dan baru saja saya alami waktu itu.

Tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda ataupun mimpi sebelumnya, jatuh dari atas seekor nyamuk yang lagi terbang diatas kain celana yang mau saya setrika. Wadoh-wadoh serem juga neh si-nyamuk mengalami kecelakaan terbang.

Kalo misalnya yang jatuh dari langit itu manusia. Mungkin jatuhnya itu setara kira-kira 3000 kaki. Ckckckc bisa dibayangkan para pemirsa gimana jatuhnya manusia dari ketinggian 3000 kaki diatas bumi. Pastilah hancur berkeping-keping tuh tulang dari tulang ujung kepala mpe tulang ujung kaki.

Saya pun melihat nyamuk yang jatuh itu terenyuh juga. Bagemana ndak... Lah badannya saja langsung kejet-kejet.

Kejet-kejet itu artinya apa ya kalo dalam bahasa Indonesia???? mungkin kira-kira artinya nyawanya sudah diubun-ubun kali ya alias sakaratul maut. ckckckck

Yah itulah kehidupan.... *sok-sok bijak*
Tak hanya manusia, hewan pun bisa kapan saja diambil-Nya. Nyamuk itu emang sudah takdirnya tewas dengan cara yang menyedihkan. Jatuh dari langit kamar saya dan pas jatuhnya lagi diatas celana yang mau saya setrika.

Jadi dari kejadian itu marilah kita ambil hikmahnya. Bahwasannya Gusti Allah itu maha adil dan segala kejadian itu atas kuasaNya. Hidup atau Mati termasuk JODOH *suit..suit... prikitiw* itu Allah yang ngatur. Kita hanya bisa berdoa untuk selalu yang terbaik dan menjalankan kebaikan-kebaikan yang telah dirumuskan.
Urip iku mung mampir ngombe

03 Januari 2011

Sepakbola dan Upin-Ipin

1 komentar

Gelaran sepakbola se-Asia Tenggara dengan tajuk Piala AFF telah selesai. Timnas Garuda yang diawal pertandingan mampu menunjukkan dominasinya mampu menggugah dan mempompa rasa kecintaan masyarakat pada negeri ini yang smakin hari smakin terkoyak rasa nasionalismenya. Dengan akhir yang tidak atau kurang memuaskan dengan kekalahan agregat 4-2 dari Malaysia memupus sudah harapan tinggi masyarakat Indonesia kepada Timnas Garuda.

Suara-suara miring terdengar riuh menyambut kegagalan (baca: ketertundaan) timnas memboyong Piala AFF. Mulai dari yang mempolitisir keadaan sampe mempolitisir keadaan *loh kok dari dan sampenya podo qiqiqi sakarepku :p*

Terlepas dari masalah politik eek pitik dan sebagainya.
Pagelaran sepakbola piala AFF ini juga menyisakan permasalahan dalam dunia anak-anak. Terkhusus di rumah saya.

Masalahnya begini neh...
Pada suatu hari *jadul mode:on* ada sebuah pertandingan besar di tivi. Harap maklum aja di Banda Aceh cuma bisa ngeliat piala AFF di tivi. Pengennya sih langsung liat di GBK gitu.
nah pada saat yang bersamaan itulah rame-rame berduyun-duyun penduduk negeri Indonesia menyaksikan pertandingan demi pertandingan. Nggak cuma bapak-bapak aja yg pada ngeliat. Anak-anak kecil yang belum cukup umur buat nonton film xxx pun tanpa dikomando langsung memburu tivi entah tivinya di dapur, ruang tamu maupun di warung-warung kopi.

Aura emosi yang terpancar dari mimik muka penonton di depan layar televisi pun tak kalah garangnya dengan para pemain yang lagi asik-asiknya bertanding. Kejadian-kejadian yang terjadi diluar lapangan seperti berbagai klaim malaysia atas budaya Indonesia ditambah perebutan wilayah di perbatasan turut memompa emosi suporter.

Cacian ke pemain malaisia pun lantang terucap dari mulut suporter yg sudah tersulut rasa emosinya...

Tak terkecuali anak-anak yang masih pada belom ngerti masalah politik-politikan pun ikut berteriak. "ek lemo malaysia....", kira-kira begitu lah umpatan anak-anak yang artinya "eek sapi kau malaysia".

Menit-berganti menit berlalu...
Pertandingan kedua Indonesia-Malaysia yang berlangsung di GBK pun dimenangi Indonesia dengan sekor 2-1. Tapi apa daya hasil kemenangan itu belum cukup membawa Timnas Garuda mempersembahkan piala juara kepada masyarakat. Tak apalah,,, namanya juga pertandingan. Ada menang ada juga kalahnya. betul kan????

Lepas beberapa hari kemudian ketika gelaran pertandingan bola piala AFF sudah berakhir tanpa kericuhan. Televisi-televisi kembali lesu ditinggalkan penonton-penontonnya. Tak terkecuali ketika film di televisi sedang memutar film "Ipin & Upin" kok jadi sepi. Saya pun dibuat heran... Kemana neh adek saya, si Alif yang paling hobi nonton Ipin & Upin????

Setelah ditelusuri ternyata gara-gara Indonesia kalah dalam perebutan piala AFF, "Ipin dan Upin" pun mulai ditinggalkan penggemarnya di Indonesia.

Wakakakakak kasihan banget si Upin dan Ipin ini :D



02 Desember 2010

Ngebut Benjut

1 komentar

Pagi tadi (2/12) saya berangkat seperti biasa jam 7 lewat-lewat dikit (lewatnya nggak sampe sejam kok) menuju kantor yang berjarak 7km dr rumah. Seperti biasa juga saya pun boncengin adek yang masih sekolah setiap paginya. Jadi total jarak dari rumah ke kantor yang tadinya 7km agak mbengkak dikit jadi sekitaran 12an km gitu.

Alhamdulillah jarak segitu masih terhitung enteng.... qiqiqi
Gimana enggak enteng??? cukup setengah jam ga ada pun dengan jalan agak ngebut dikit juga sudah sampe kantor. Terkadang pun masih sempat bersilaturahmi ke serang rekan buat sekedear sai helow melow sekedar mendengarkan curhatan qiiqiqi *tengak-tengok kanan kiri... ada tersangkanya ga ya???*

Berkaitan dengan judul postingan saya di atas. Yak betul sekali tentang tabrakan. amit-amit deh saya enggak minta loh :p
Tadi pagi yang memang kebetulan lagi mendung dan terancam hujan gitu karena cuaca teramat mendung menggantung membuat tangan saya memelintir gas *emangnya gas bisa diplintir2 yak???* sampe pol mentok gak bersisa. Dan ternyata hal yang sama pun hampir dilakukan sodara-sodara biker yg laen.

Nah kejadian seru akhirnya tak dapat dihindari lagi.... pas sampe daerah Ulekareng lewat terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan.

Adalah tabrakan antara seorang pemuda dengan seorang bapak yang mau mengantar anaknya sekolah. Emosi tinggi si Bapak itu tak terhindarkan dan hampir-hampir saja terjadi pertandingan tinju di jalanan. Tapi untung tetap berpihak... tiba-tiba ada seorang bapak juga yang berprofesi sebagai polisi dengan tulisan provost di bahu tangannya dengan sigap melerai. Helm si bapak yang sudah terlanjur emosi dan hampir melayang ke wajah si pemuda itu tak jadi melayang. Pak polisi tersebut terus meredam emosi si bapak yang memang sudah memuncak di ujung kepalanya.

Saya pun kemudian terus memacu kereta saya sembari meninggalkan keributan yang tidak terlalu besar itu untuk melanjutkan perjalanan. Bukannya saya tak peduli dengan kejadian itu trus meninggalkannya, tapi saya berpikir toh sudah ada pak polisi yang secara badan lebih gede hehehe dan pastinya akan lebih cepat berdamai. Nah kalo saya yang mendamaikan bisa-bisa malah tambah keasikan tuh bapak dan pemuda berantemnya :))

Huff.... cape deh pagi-pagi dah ribut...

Trus perjalanan selanjutnya baru kira-kira bertambah 10 menit tiba-tiba terjadi hal yang mirip.

Adalah tabrakan lagi. ckckck....

tepat di daerah Neusu yang berdekatan dengan komplek militer ada seorang mbak-mbak yang berjalan terseok-seok dan nampak sekali abis mengalami kecelakaan. Keretanya masih hangat terkapar dijalanan.

Ehm,,, lagi-lagi saya melanjutkan perjalanan tapi sekarang dengan kondisi yang lain. Gas yang tadinya saya pelintir dalem-dalem mulai saya kendurkan. Saya pun berpikir lebih baik terlambat 2 menit dari pada harus mengalami kejadian serupa yaitu tertabrak.

Dan buat sodara-sodara saya semua... saya berpesan, "Jangan ngebut sembarangan!!!"
Ingat-ingat istri menunggu sodara-sodara smua di rumah dengan kondisi yang membahagiakan *buat yg sudah punya istri*
Ingat-ingat suami menunggu sodari-sodari smua di kamar tercinta *buat yg sudah bersuami*
dan ingat-ingat jangan ngebut.

Dan saya kembali teringat rambu-rambu lalu lintas di kampung saya di jogja sono "Ngebut benjut"

gambar dicomot dr http://deedaad.com/
 

mari berbuat baik Goenk Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template